Surat dari Langit

Surat dari Langit

Langit, pada suatu hari di tahun 2023.

Citilink entah pada ketinggian berapa saat ini.

Dear Jeany

Kemarin itu hari yang menjengkelkan ya? Iya sih tidak sampai berat tetapi aku tahu itu sangat mengganggu.

Entah kenapa selalu sulit buat kamu untuk bisa memahami orang-orang yang suka menyepelekan segala sesuatu.

Aku juga tahu bahwa buat kamu, mereka yang tidak bisa memegang janji, tidak bisa tepat waktu dan sebagainya yang sejenis adalah mereka yang tidak bisa menghargai keadaan dan keberadaan orang lain.

Pandangan ini (dulu) sering kali membuat kamu menjadi marah.  Apakah masih?

Tepat waktu buat kamu adalah upaya menghargai undangan dan keberadaan orang lain. Ketika tidak bisa tepat waktu, setidaknya ada alasan yang masuk akal dan ada kabar yang disampaikan.

Entah di usia berapa kamu berhenti marah tentang hal itu, saya lupa.

Tetapi kamu kemudian menjadi kecewa. Saya pikir itu mungkin lebih berat untuk semua.

Tidak marah tapi kamu membuat catatan keras.

Tentang  kemarin saya pikir kamu perlu berpikir lebih jauh dan lebih objektif.

Apa yang membuatmu menjadi sangat kecewa, waktu yang tidak ditepati atau orang yang tidak menepatinya.

Ini harus dipisahkan Jean. Sungguh harus dipisahkan.

Kecewamu karena dia tidak menepati waktu yang disepakati atau karena kamu berpikir bahwa dia tidak menganggap janji itu penting?

Saya pikir itu harus dipisahkan. Bukankah sudah cukup lama kamu berkutat dengan permainan pikiran dan membuat segalanya menjadi logis dan bisa dijelaskan?

Aku mengamati pikiranmu sejak kemarin. Aku lalu berpikir bahwa kamu kecewa karena berpikir bahwa dia orang yang akan tahu caranya menghargai waktu; ternyata tidak.

Ayolah Jeany, kamu tidak bisa mengatur pikiran orang seperti kau mengatur pikiranmu. Berhenti juga untuk mencoba. Kau akan kecewa selalu.

Banyak hal yang baiknya dikompromikan, termasuk bahwa banyak orang yang memang tidak menyukai ketepatan waktu. Bahwa banyak juga orang yang tidak berpikir bahwa janji itu harus ditepati. Bahkan tidak semua yang berjanji berpikir untuk menepatinya. Banyak yang membuatmu menunggu melalui kalimatnya dan melupakannya dalam satuan waktu terdekat.

Dunia kadang emang semenyebalkan itu. Hehe. Ini bukan soal personal denganmu. Ini soal standar prioritas mereka yang tidak ada hubungannya dengan kamu secara pribadi dear Jeany.

Mereka tidak mengalami hal-hal yang kamu alami dahulu, yang membuatmu jadi lebih menghargai waktu. Hidup mereka mungkin lebih mudah, sehingga mereka berpikir bahwa semuanya akan selalu baik-baik saja. Orang lain tidak mengalami kehilangan yang pernah kamu rasakan karena waktu yang terbuang begitu saja.

Tidak semua orang juga tahu rasanya menunggu dalam kekhawatiran, karena mereka tidak punya cerita tentang hal itu sebelumnya. Banyak yang tidak memahami ketakutan tentang kabar yang naik turun dan akhirnya menghilang

Kamu hanya perlu sedikit menggeser posisi untuk mengubah sudut pandang.

Lalu kemudian paham bahwa mereka tidak datang dari titik start yang sama denganmu.

Kenapa tidak kamu pakai prinsip yang sudah kita sepakati beberapa waktu lalu itu? Tidak usah terlalu berpikir dan berharap pada orang lain untuk ketenanganmu. Lakukan saja bagianmu dengan baik

Biarkan orang lain bersantai, melambat atau bahkan berhenti. Tidak juga kamu perlu tahu ada apa. Itu bukan urusanmu.

Baiklah, kamu boleh kecewa tetapi toh tidak perlu berlebihan. Nikmati saja rasa tidak enak yang kamu rasakan itu. Nanti juga berlalu, pastikan saja itu tidak mengganggu harimu.

Jalani dan nikmati semua rasa itu, ingatlah saja sehingga tidak mengecewakanmu lagi nanti. Lalu berjalanlah terus. Karena banyak hal yang lebih penting untuk dinikmati dan dijalani; alih-alih kecewa terlalu lama.

Tetapi saya bisa merasakan bahwa kamu sudah lebih baik dibanding kemarin. Kamu tidak memikirkan lagi. Saya menyukai caramu menikmati kecewa tanpa terlihat apalagi sampai merusak hari orang di luar diri. Saya juga menghargai caramu untuk menikmati itu tanpa diganggu.

Penerbangan hari ini juga baik-baik saja kan?

Kau bangun lebih pagi, mandi dengan hati tenang, kamu bahkan sudah mulai “be present” dengan baik.

Maka kamu menang banyak; like always and I love it. Hari ini dan besok semua akan baik-baik saja.

Kamu hebat, tidak mudah mematahkanmu. Saya pikir kita sudah lama sepakat soal ini.

Hari ini akan menyenangkan dan penuh rejeki; pun besok dan seterusnya.

Salam dari angkasa yang tinggi  dear Jeany

One comment

Komentar