16. Ilusi Kebahagiaan Hedonistik: Mengapa Kesenangan Sesaat Gagal Mengisi Lubang di Jiwa?
Sukacita adalah api yang menghangatkan rumah batin kita secara konstan; bukan kembang api yang meledak indah lalu padam menyisakan asap hitam. ** TigaKecoa **
Sukacita adalah api yang menghangatkan rumah batin kita secara konstan; bukan kembang api yang meledak indah lalu padam menyisakan asap hitam. ** TigaKecoa **
Mesin tidak bisa memeluk dengan hangat. Algoritma tidak bisa menangis karena haru. Layar sentuh tidak bisa membalas sentuhan kita; hanya kulit manusia yang bisa. = Tiga Kecoa =
Kita memakai topeng besi yang tersenyum, sementara di dalamnya kita mati ketakutan dan kesepian. Kita menjadi tawanan dari citra yang kita bangun sendiri. (TigaKecoa)
Jiwa manusia didesain oleh Sang Pencipta sebagai sistem terbuka; kita butuh asupan kasih sayang, kritik yang membangun, kebenaran yang menyakitkan namun membebaskan. (TigaKecoa)
Catatan Ramadan Rustam Kelilauw yang dipersembahkan untuk sahabatnya, Romo Andi Latubatara, Pr
Cinta adalah satu-satunya tindakan waras yang menjaga kewarasan manusia di tengah dunia yang gila.
Saat dunia terasa terlalu bising, terkadang kita hanya butuh teman dengan suara yang paling sederhana: suara radio yang menemani dalam diam. Tidak menuntut, tidak terburu-buru dan tanpa penghakiman.
Ketika manusia gagal menggunakan energinya untuk mencintai dan mencipta, energi itu tidak hilang, melainkan tersalurkan ke jalur yang menyimpang dan membusuk. *TigaKecoa*
Orang yang bahagia dan produktif tidak punya alasan untuk menghancurkan. Hanya orang yang putus asa yang ingin melihat dunia terbakar.
(TigaKecoa)
Kelimpahan materi tidak menjamin bebas dari perasaan “kosong”, hampa, dan mati rasa (boredom). Nikmati hidupmu dalam kesadaran