14. Alienasi Pasar: Manusia yang Menjual Dirinya sebagai Komoditas
Kita memakai topeng besi yang tersenyum, sementara di dalamnya kita mati ketakutan dan kesepian. Kita menjadi tawanan dari citra yang kita bangun sendiri. (TigaKecoa)
Kita memakai topeng besi yang tersenyum, sementara di dalamnya kita mati ketakutan dan kesepian. Kita menjadi tawanan dari citra yang kita bangun sendiri. (TigaKecoa)
Jiwa manusia didesain oleh Sang Pencipta sebagai sistem terbuka; kita butuh asupan kasih sayang, kritik yang membangun, kebenaran yang menyakitkan namun membebaskan. (TigaKecoa)
Cinta adalah satu-satunya tindakan waras yang menjaga kewarasan manusia di tengah dunia yang gila.
Ketika manusia gagal menggunakan energinya untuk mencintai dan mencipta, energi itu tidak hilang, melainkan tersalurkan ke jalur yang menyimpang dan membusuk. *TigaKecoa*
Orang yang bahagia dan produktif tidak punya alasan untuk menghancurkan. Hanya orang yang putus asa yang ingin melihat dunia terbakar.
(TigaKecoa)
Kelimpahan materi tidak menjamin bebas dari perasaan “kosong”, hampa, dan mati rasa (boredom). Nikmati hidupmu dalam kesadaran
Seintim apapun kita dengan orang lain—bahkan dalam pelukan kekasih yang paling bergairah atau ikatan ibu dan anak yang paling suci—kita tetaplah individu yang terpisah secara fisik
Manusia adalah satu-satunya makhluk di mana kehidupan menjadi masalah bagi dirinya sendiri.
Data yang paling valid dan akurat tentang kondisi dunia bukanlah statistik ekonomi atau grafik saham, melainkan wajah manusia.
Kita hidup dalam gema suara kita sendiri, divalidasi oleh algoritma media sosial yang dirancang untuk hanya menampilkan apa yang kita sukai dan setujui.