Cantik itu:  Sehat

Cantik itu: Sehat

Awal Desember ini saya diberi kepercayaan untuk menjadi Master of Ceremony Lomba Senam Kesegaran Jasmani yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Manggarai Timur. Pesertanya adalah DWP dari 12 instansi pemerintah dan vertikal, plus ibu-ibu Persit Borong. Seperti biasanya kegiatan yang melibatkan perempuan, sudah pasti meriah dan penuh kegembiraan. Perempuan-perempuan yang cantik dan sehat berlomba senam.

Seru sekali.

Melihat Senam Kesegaran Jasmani (SKJ) yang dibawakan dengan semangat tanding oleh oleh ibu-ibu DWP memberi asupan semangat lebih. Terutama untuk menjadi lebih sehat. Selain itu sebenarnya ada beberapa hal yang menarik dan bisa jadi pelajaran yang luar biasa mahal dari kegiatan tersebut.

Seperti yag dikatakan oleh Bupati dan Sekretaris Daerah Manggarai Timur, tidak ada kebahagiaan yang maksimal tanpa seorang perempuan terlibat didalamnya. Perempuan adalah sumber bahagia keluarga; mama yang bahagia akan membuat kehidupan di dalam rumah berjalan dengan indah. Bahagiakan perempuanmu maka kehidupanmu akan berjalan dengan lebih mudah, demikian kira-kira. Hehe. Perempuan adalah semesta untuk keluarga. Saya pikir semua orang akan sepakat ketika dikatakan bahwa, ketika mama sakit maka seolah ada Dementor  (salah satu karakter dalam Harry Potter) yang menyerap semua kebahagiaan di dalam rumah. Senyum seorang mama adalah kehidupan untuk seisi rumah.

Tidak ada yang lebih cantik dari perempuan yang sehat dan mencintai dirinya lebih.

Definisi cantik seorang perempuan berubah setiap saat tergantung pada banyak sekali faktor; terutama media. Persepsi yang dibentuk tentang perempuan cantik adalah yang putih, tinggi, langsing dan berbaju seksi. Dalam beberapa iklan malah bukan langsing lagi yang dibutuhkan, tetapi yang kurus. Lomba SKJ-nya DWP kemarin berhasil menunjukan bahwa perempuan cantik adalah perempuan yang sehat. Senyum sumringah bahkan tawa yang lepas tanpa peduli dengan kerutan yang semakin banyak, benar-benar pemandangan yang indah. Badan yang memang sudah seharusnya menjadi agak “montok”, karena alasan usia dan “turun mesin” adalah keniscayaan yang patut disyukuri. Kulit yang agak kusam karena harus beberapa waktu di bawah sinar matahari bersama gerutuan sesaat adalah paduan yang seksi.

Baju yang kurang sempurna kerapiannya adalah gambaran normalnya “kekacauan” yang harus dibereskan sebelum berangkat berlomba. Wajah ber-make up seadanya merupakan penghargaan untuk diri sendiri dan pernyataan sebagai makhluk Tuhan yang paling indah. Walaupun sebenarnya tanpa make up pun, dengan baju olahraga dan senyum sumringahnya mereka sudah memenangkan pertandingan dihati orang-orang terkasih.

Perempuan Bahagia
Dunia Butuh Lebih Banyak Perempuan yang Bahagia

Perempuan itu makhluk Tuhan yang multi tasking.

Otak perempuan yang dapat mengatur tubuhnya untuk dapat melakukan beberapa pekerjaan sekaligus adalah karunia. Sambil mengurus anak-anaknya, seorang ibu tetap punya energi untuk mengomel tentang harga kebutuhan yang terus naik. Seorang mama bisa menyelesaikan semua jenis masakan dalam waktu singkat; untuk acara makan yang digagas dadakan atas dasar keramahtamahan tanpa kompromi sang suami. Seorang perempuan adalah sahabat anak yang bisa menghasilkan obrolan hangat di meja makan sekaligus menjadi istri yang sukses membuat suami merasa bersalah membuang handuk di kursi ruang tamu. Begitu pun untuk sebuah perlombaan. Mereka memastikan semua orang di dalam rumah sudah makan dan akan kenyang sebelum berangkat berlatih dan/atau berlomba. Cerita tentang tumpukan SP2D yang harus diperiksa dengan teliti di kantor itu biasa; nanti tetap akan beres juga sebelum bertanding. Pelanggan catering tidak akan terlantar karena ibu berlomba, semua kewajiban sudah diselesaikan dengan hitungan waktu yang sempurna.

Jarang ada anak yang lupa dijemput dari sekolah, bahkan ketika mama harus berlatih dan berlomba. Ya…walaupun mungkin memang harus ada telpon dengan nada yang lebih tinggi atau sindiran yang lebih sarkas dari biasanya. Ini keahlian yang membuat beberapa pekerjaan selesai sempurna, terutama soal anak.

Support system dan sportivitas perempuan itu luar biasa.

Saat pengumuman pemenang adalah saat yang menegangkan untuk semua jenis perlombaan. Hanya dalam perlombaan dengan mayoritas peserta perempuan yang akan menghadirkan suasana berbeda. Semua akan bertepuk tangan dengan sama meriahnya untuk siapapun yang menjadi pemenang. Tidak terlihat wajah sangar karena tidak menjadi pemenang. Gerutuan yang terdengar bukan karena tidak menang tetapi karena musik  pengiring kurang meriah atau MC yang terlalu banyak “joak”. Haha.

Beberapa postingan media sosial bilang bahwa perempuan akan cenderung iri kepada sesama perempuan lalu berupaya saling menjatuhkan. Ini buat saya sangat tidak berdasar. Siapapun yang mengeluarkan pernyataan itu pasti belum pernah melihat lomba seperti yang diselenggarakan oleh DWP Manggarai Timur. Atau yang paling buruk dia belum bertemu perempuan yang sehat dan cantik; karena mungkin salah lingkungan. Entahlah…

Yang paling menarik terlihat adalah ketika ada tim yang salah langkah atau lupa gerakan, tidak ada olokan atau cemoohan. Semua peserta dan penonton akan berdiri dan bertepuk memberi semangat. Kesalahan ditertawakan bersama sebagai bagian dari kebahahagiaan. Salah langkah bukan akhir tetapi cara baru melihat dunia dengan penuh warna dan keyakinanan akan selalu ada kawan yang berdiri mendukung dipinggir lapangan. Pelukan terasa lebih bermakna ketika kesalahan bisa diterima sebagai sesuatu yang “manusiawi”

Dunia sedang butuh lebih banyak perempuan yang bahagia.

Kebahagiaan semesta sangat tergantung pada perempuan. Auranya selalu menyenangkan ketika perempuan tersenyum. Sungguh, tidak ada yang sederhana tentang perempuan namun banyak hal rumit yang menjadi sederhana dengan senyuman seorang perempuan.

Selamat Ulang Tahun Manggarai Timur; tempat yang ramah kepada perempuan.

Selamat Ulang Tahun Dharma Wanita Persatuan Manggarai Timur

Selamat Hari Ibu

============== Salam dari Borong ==============

Komentar