Memasuki akhir 2025 kemarin, memori telepon genggam saya dinyatakan penuh; berkali-kali sistem mengingatkan untuk menghapus sebagian isi agar tersedia cukup ruang. Katanya jika kondisi ini diabaikan; handphone akan mentok, hang, lalu harus di restart dan kemungkinan saya akan kehilangan semua data. Ups…
Urusan mengosongkan ruang emang selalu rumit, apalagi saat harus memutuskan dan memilih mana yang musti “dikorbankan”; terutama foto dan video. Sebenarnya bukan “hanya” tentang foto dan videonya, yang rumit adalah kenangan disetiap moment yang tertangkap kameranya. Sebagain besar foto dan video adalah cerita dengan rekaman kenangan yang nyata. Bukan hanya tentang orang dan tempat tetapi terutama rekaman tentang perasaan yang terlibat saat moment itu terjadi.
Nilai sentimental dari rekaman kejadian dalam bentuk foto dan video ini nih yang menjadikan proses hapus menghapus menjadi rumit.
Akhirnya ini bukan tentang foto atau video; ini tentang kenangan.
Secara sederhana merangkum dari berbagai sumber, kenangan adalah hasil dari proses otak yang menyimpan informasi tentang apa yang kita alami, rasakan, atau pelajari. Kenangan bisa dibilang sebagai “rekaman” hidup. Tidak ada manusia tanpa kenangan; baik atau buruk. Setiap kita menyimpa kenangan, entah itu jangka pendek atau jangka panjang.
Kenangan adalah bagian tak terpisahkan dari hidup manusia yang terbentuk melalui proses rumit di otak. Ada kejadian, yang kemudian melibatkan pengolahan informasi, penyimpanan, dan penguatan. Kenangan membentuk siapa kita hari ini dan mempengaruhi kualitas hidup kita, baik melalui dukungan positif maupun tantangan emosional. Kenangan tersimpan di seluruh bagian otak, tergantung bagian mana yang terstimulasi; ini kata para ahli. Ada kenangan yang dengan sukarela kita simpan dan ada yang berusaha dibuang dengan segala upaya. Disimpan atau dibuang, kenangan selalu punya cara pulang untuk menganggu pada waktunya menurut saya. Hehe.
Segala sesuatu akan sampai pada akhirnya.
Indah dan menyenangkan atau buruk dan menyakitkan; semua cerita akan berakhir lalu kita hanya akan menjadi kenangan untuk orang yang kita cintai atau mencintai kita. Kenangan mendalam seringnya terbentuk dari hal-hal sederhana yang berulang, membentuk pola tertentu lalu menimbulkan ketergantungan. Cara seseorang menyapa, online atau pun offline, candaan, aroma tubuh, tawa atau bahkan sekedar waktu tertentu. Semua akan menjelma lembaran kenangan yang rumit.
Yang paling banyak dibawa serta saat meningalkan atau ditinggalkan adalah cerita berwujud kenangan dalam berbagai bentuk. Kerumitan dari sebuah akhir (perpisahan) pun sebenarnya adalah berdamai dengan hal-hal yang tetap tinggal di kepala dan hati.
Berapa banyak dari antara kita yang saat membaca tulisan ini sedang mengingat tempat tertentu yang memiliki ceritanya sendiri?
Taman dengan pohon kapuk yang kemudian menjadi salah satu tempat pulang karena di sana ada cerita tentang persahabatan menuju kedewasaan misalnya. Atau sebuah kota dengan sudut-sudutnya yang bercerita tentang hati yang jatuh lalu patah. Suasana malam yang penuh bintang di tepi laut adalah kenangan tentang mimpi yang akhirnya kandas karena keadaan.
Beberapa orang mencium aroma beer dan mengenang cerita tentang cinta yang tidak utuh. Bahkan halte bus bisa menjadi pencetus luka karena pernah menjadi tempat pengakuan akan cinta dan ketakutan akan kehilangan. Sekelebat wajah di keramaian bahkan bisa jadi pengganggu tidur karena sekilas cerita yang menyertai.
Yang buruk adalah ketika mendengar tamu tetangga sebelah tertawa dan itu menyentil rasa rindu pada seseorang. Ada rencana liburan yang dialihkan karena tidak mau berseteru dengan cerita dan kenangan di kepala, Bahkan RSUD bisa menyiksa dengan cara yang berbeda karena pernah menjadi tempat semua cerita berakhir disatu masa.
Aihhh macam-macamlah cara kenangan itu menyiksa; sungguh. Haha
Sangat bisa dijelaskan secara logis (neurosains) tentang bagaimana hal-hal sederhana mengendap dan menyiksa setelah perpisahan. Penjelasan bagaimana menghadapinya pun tersedia, tetapi selalu rumit ketika dihadapi langsung karena biasanya selalu melibatkan perasaan.
Kenangan hadir dan menganggu dengan banyak cara. Suara, aroma, tempat, warna bahkan sekelebat bayang di tengah keramaian. Media sosial memperburuknya dengan kasi pengingat secara berkala; hahaha saat tertentu ini asliii musibah.
Semesta juga kadang berkonspirasi untuk menyiksa dengan tiba-tiba menghadirkan sesuatu sebagai pencetus naiknya kenangan ke permukaan.
Ada dua pilihan yang bisa diambil; menikmati siksaan itu dan berharap dia cepat berlalu atau mati-matian menekannya dengan berbagai cara. Banyak bentuk pengalihan agar kenangan tidak menganggu; mencari keramaian, selalu sibuk walau tidak produktif, main game dan lainnya. Manusia suka merasa superior dengan bisa mengendalikan situasi, walau lebih sering semu. Pengalihan hanya bersifat sementara, lukanya hanya ditutup lalu membusuk; tidak sembuh. Saya tidak memilih pengalihan, karena ini hanya menunda dan memperburuk munculnya rasa sakit. Akan selalu ada pencetus yang memunculkan kenangan ke permukaan dan hasilnya akan lebih menyesakan dada.
Toh sebagai manusia kita punya fitur lupa dalam otak; fitur canggih yang diciptakan untuk menjaga kewarasan. Maksimalkan saja itu.
Nikmati semua ingatan kapan pun dia mau lewat, validasi perasaan yang mengikutinya sebagai bagian dari proses pendewasaan. Tertawa jika perlu dan menangislah jika harus. Validasi akan mempermudah pengkotak-kotakan rasa; melupakan akan lebih mudah dan lebih sedikit menyakiti. Pada waktunya, bahkan yang paling menyakitkan akan bisa dinikmati dalam hening tanpa sesak berlebih. Try this deh
Hanya sedikit akhir yang menyenangkan; nikmati saja. Jangan lupa berikan sedikit kemewahan dengan kopi dan lagu-lagu kesayangan.
Kalau mengenang membuatmu terluka, jangan lari, terlukalah sampai akhirnya kamu sembuh kata Rumi. Jangan juga takut dilupakan karena cinta tidak hidup di ingatan tetapi di hati yang pernah disentuh. Nikmati kenangan sebagai pelajaran dan proses tumbuh.
Terima kasih 2025; segala telah menjadi kenangan dan pelajaran.
Saya pilih menikmati semua cerita dan kenangan 2025 dengan lagu-lagu country terbaik. Saat beberapa bagian terasa terlalu menyesakan saya pilih ditemani Paulo Coelho dan berkencan dengan Neksus – nya Yuval sampai akhir. Ahaiiiii tentu saja ada kopi hitam kental juga sambil menikmati kue kering sisa Natal.
======== Salam dari Ruteng ========

Mantap skali tulisannya enu.
Selamat tahun baru