Panjang litani syukur kami untuk tahun 2025, berderet juga doa untuk segala yang terbaik di 2026. Marta tentu saja ada dalam list, masuk 10 besar malah. Dia sudah bersama kami di rumah tenda lama, sejak anak-anak masih kecil. Selalu ada dalam suka dan duka, tenang dan ribut, lembut dan kerasnya nada suara dan hidup kami.
Marta Ndamat adalah nama yang diberikan orang tuanya; dunia nyata memanggilnya Marta, dunia maya mengenalnya sebagai jandajomblo atau putrimanggarai.
Cerita tentang Marta itu tidak akan ada habisnya.
Ada-ada saja hal yang dia buat dan bikin tensi naik atau ngakak kita tertawa. Tapi jangan korek soal dia punya cara sayang seisi rumah. Marta adalah yang paling tau selera lauk setiap anggota keluarga dan ahli menyajikannya sehingga selera makan selalu ok.
Urusan makan memang jadi concern seorang Marta; jam makan dan menu. Menu selalu lengkap dan sesuai permintaan. Empat orang anak dengan selera pengolahan telur masing-masing juga akan tersedia lengkap di meja; dadar, mata sapi matang, mata sapi setengah matang dengan sedikit garam plus orak arik kecap.
Saat semua sedang berkumpul maka sarapan tersedia sebelum 8 pagi, makan siang jam 12.30 wita paling lambat dan makan malam sebelum jam 19.30 wita; langsung setelah opa selesai doa sore. Bahkan agenda video call keluarga yang sedang berlangsung juga harus dihentikan kalau waktunya makan, “Nanti opa sakit; bukan bisa makan lewat VC dan opa mau minum obat.”
Bukan hanya opa Marianus yang harus tepat waktu soal makan; semua tanpa kecuali.
“Apa susahn hang ga, ai bom jera teneng,” (Apa juga susahnya makan, kan tidak diminta memasak.) begitu Marta biasa mengomel menjelang jam makan. Ini adalah contoh kalimat omelan kalau ada yang harus dipanggil berulang untuk bergabung makan.
Yups, semua harus makan di ruang makan, tidak ada yang ambil makan dan duduk di ruang lain. Ini aturan lama rumah Tenda yang masih dipertahakan dan membuat rumah dan ruang makan selalu jadi ruang favorit untuk duduk dan ngobrol.
Marta hafal selera semua orang tapi jangan dipuji untuk jenis menu tertentu, karena kemungkinan itu akan jadi menu utama selama 1 bulan berikut
Ini salah satu aturan tidak tertulis yang kami sepakati. Pujian tentang salah satu menu berarti menu tersebut akan terhidang selama beberapa waktu ke depan. Bapa pernah keceplosan memuji ikan pepes yang enak di suatu siang dan minggu berikut beliau minta telur rebus saja; eneq katanya. Hahaha.
Saya pernah sangat menikmati saungdaeng santan yang dia masak. Beberapa hari kemudian mama Lando menelpon dan mengeluh karena mereka sudah seminggu makan saungdaeng santan, sampai asam urat kambuh. Salah seorang kawan pernah memuji kopi buatan Marta, berikutnya kopi selalu tersedia bahkan sebelum mobil diparkir dan dia bahkan tidak peduli kalau kawan hanya mampir dan butuh air putih saja karena lambung lagi tidak enak. Hahaha.
Untuk stok makanan, berbelanjalah seperlunya saja dengan aturan menu yang jelas dan tegas. Jika lalai maka meja makan akan serasa warung padang dengan aneka menu yang entah harus mulai dihabiskan dari mana. Boros pake sangat untuk dompet.
Marta yang anak yatim piatu ini sangat penyayang.
Putrimanggarai ini lahir di Desa Tado Satarmese, karena ditinggal orang tua dan masalah ekonomi kakaknya lalu menitipkan dia dan kembarannya di Panti Asuhan Wae Peca. Jadi disanalah mereka dibesarkan, makanya kadang kalau pas liburan dia memilih pulang ke Wae Peca. Mungkin karena terbiasa hidup berbagi, saudara kami ini punya stok kasih sayang yang banyak. Dia selalu berusaha membuat orang nyaman dengan perhatian dan sayangnya walau kadang caranya tidak biasa. Ajakan main atau tidur siang lebih terdengar seperti bentakan buat anak-anak. Pemberitahuan jam makan dan jadwal minum obat lebih sering memicu genderang perang dalam rumah.
Kalimat-kalimat yang keluar juga terdengar saklek dan kurang etis buat orang luar rumah, kami sih sudah biasa. Semua berusaha memaklumi bahwa kadang dia hanya tidak tau cara berkomunikasi yang baik. Ramainya lingkungan dia dulu mungkin yang membuat dia merasa harus berteriak untuk didengar, jangan berharap ada soft spoken sama Marta. Kadang mungkin dia merasa perhatian hanya bisa didapat dengan tingkah yang sedikit aneh, makanya dia suka melawan aturan baku dalam rumah. Dalam masa pertumbuhannya, tidak ada yang mengajaknya benar-benar bicara dan memberitahu bagaimana seharusnya cara bicara dan bersikap yang baik dan sopan. Tapi jang korek juga kalau Marta sudah mode silent dan dengan ketus bilang, ”Aku dendut.” (Saya ngantuk). Ini berarti rumah akan hening lama dan menu makan juga akan seadanya. Hahaha.
Uniklah pokoknya legend kami ini.
Marta pernah tidak membuka pintu rumah jam 11 malam dan memaksa adik-adik saya berdiri menikmati dinginya Ruteng lalu memutuskan membangunkan bapa untuk membuka pintu. Alasannya? Karena mereka pergi dan tidak pamit khusus sama beliau. Haha. Jangan pernah berharap Marta akan membalas WA atau mengangkat telepon yang berdering ketika dia sedang nonton TikTok atau live FB. Batu abisss.
Dia pernah dicurigai hamil karena perut yang membesar, eh ternyata ada tumor di rahim. Setelah operasi; baru saja hilang pengaruh bius, dengan rambut belum tersisir dan muka pucat dia putuskan buat video ucapan terima kasih. Lebih seperti terintimdasi daripada merasa terharu lihat video itu; horror.
Di rumah Tenda jaket atau baju tidak boleh digeletakan sembarang, karena buat Marta baju yang tidak berada dalam lemari dan/atau tidak digantung itu kotor. Langsung otw mesin cuci. Drama Natal 2024 adalah baju Natal yang baru selesai disetrika dan diletakan rapi di atas tempat tidur tiba-tiba hilang saat ditinggal mandi dan ditemukan di mesin cuci. Dania batal ke gereja dan Marta merayakan Natal dengan bingung karena itu baju kotor, karena kalau mau dipakai harusnya digantung rapi atau masukan dalam lemari. Rumit menjelaskannya.
Enu Marta the legend ini punya kebiasaan yang agak berbeda dari gadis kebanyakan.
Para gadis akan berdandan dan tampil maksimal di pagi atau siang hari, nah Marta justru akan berdandan selepas petang. Bangun pagi, cukup cuci muka, sikat gigi dan sisiran saja; selanjutnya dia akan memasak, mencuci dan menyelesaikan semua urusan rumah tangga. Setelah makan dia akan tidur siang (yang adalah wajib hukumnya), bangun lalu ngopi sambil menyiapkan makan malam. Setelahnya barulah dia mandi dan berdandan. Dandan dalam arti yang sebenarnya; lipstick terang menyala,sisa bedak pengantin dari salon dengan rambut warna menyala.
Dia suka mewarnai rambut dengan warna mentereng (ungu, merah bahkan kuning karat), nah lipstiknya juga akan menyesuaikan. Sangat bisa dibayangkan toh?
“Marta ni hobi dandan malam-malam eh, macam suanggi mau cari mangsa saja,” ini kalimat anak-anak kalau Marta kumat berdandan aduhai. Ini kenya bekal siaran langsung di TikTok tengah malah deh.
Salah satu hobinya emang live di medsos; lagi masak, ketika mencuci, atau saat makan sendiri. Kadang pas semua sedang ramai ngobrol, tidak ada yang sadar dia live di medsos dan beberapa obrolan lolos sensor. Lalu dengan datar dia akan bilang, “Makanya jangan omong orang, saya lagi live.” My goodness.
Seaneh apapun seorang Marta, kami semua sayang sekali padanya.
Marta tidak pernah minta atau menuntut sesuatu yang rumit apalagi mahal. Untuk kopi enak yang dia sediakan cukup isikan pulsa 20ribu modal live medsos pas di luar rumah. Kalau terlalu banyak juga dia akan makan puji kirim pulsa untuk “entah siapa”. Lipstik merah menyala adalah hadiah yang dia paling suka sebagai bentuk pujian untuk sayur enak yang terhidang. Oleh-oleh buat dia juga cukup celana dengan saku samping yang banyak dan gaul plus baju batik; mudah didapat di bagian fashion anak-anak.
Natal 2025 juga dia tidak minta aneh-aneh. Cukup cat rambut warna kuning, lipstik dan baju batik saja.
Berkat tdak selalu dalam bentuk uang, panggung mewah dan gegap gempita atau segala pujian. Berkat hadir juga dalam bentuk seorang Marta yang akan langsung menyajikan kopi selepas lelah perjalanan. Yang menyediakan kangkung terasi yang enak karena salah seorang teman kita berkunjung. Marta yang dengan senang hati akan mencuci rambutmu di Dania Salon karena tahu alergi dingin kadang buat kamar mandi jadi mengerikan. Berkat lainnya juga adalah ketika bubur panas muncul di RSUD pas jam gas lambung mulai gelisah dengan pesan manis, “Kuah tadi tidak pedis ma Nen, supaya kamu semua bisa makan.”
Atau tawa yang meledak karena dia yang tidak bisa mengucapkan kata “spesialis” dengan benar tetapi yakin punya kenalan dokter yang jaga di parkiran RSUD. “Asli ma Nen, kami kenalan di FB. Pernah live TikTok sama-sama.”
Iyoo Marta, ko atur saja. Intinya terima kasih sudah bersama dan menjadi bagian dari kami.
We Love You…

===== Salam dari Ruteng =====

Terima kasih, Tanta Marta… Semoga sehat, bahagia, dan panjang umur…
Terima kasih, Kaka Mama Rafa sudah berbagi tulisan ini…. Segar dan reflektif…. Pelukkk dari Konggang….
Hahaha… Nekarabo inang Marta ada beberapa bagian yang bikin sa ngakak baca ini 😂
Salam inang